• Transformasi Pasar: Pangsa kompor gas minyak cair (LPG) tradisional—yang berasal dari “budaya tabung gas” di Brasil—telah turun dari sekitar 80% lima tahun lalu menjadi 55%. Kompor induksi kini menyumbang 30%, dan kompor listrik mencapai 15%. Data dari bulan Mei 2026 menunjukkan kompor induksi telah bergerak melampaui segmen khusus kelas atas dan menempati ruang rak utama di pengecer peralatan besar.
• Penggerak Utama:
◦ Keamanan: Menghilangkan risiko kebocoran dan ledakan gas, mengurangi emisi NO₂ rumah tangga hingga lebih dari 50%.
◦ Ekonomi: Biaya operasional jangka panjang lebih rendah dibandingkan gas, didukung oleh subsidi listrik pemerintah.
◦ Teknologi: Penerapan fitur konektivitas cerdas secara luas, dengan efisiensi pemanasan ~70% lebih tinggi dibandingkan kompor listrik tradisional.
• Dukungan Kebijakan:
◦ Dewan Kebijakan Energi Nasional (CNPE) mengeluarkan Resolusi No. 3/2026, yang memperkuat peraturan pengendalian kualitas dan ketertelusuran untuk pasar LPG.
◦ Resolusi No. 4/2026 menetapkan tujuan dekarbonisasi untuk industri gas alam, menandai peluncuran aplikasi biometana.
◦ "Program Gas Universal" terus berkembang, mencakup ibu kota negara bagian secara nasional dan memberikan manfaat bagi 4,5 juta rumah tangga yang disubsidi.
•
Persyaratan Sertifikasi: Peralatan gas harus mendapatkan sertifikasi keselamatan INMETRO (Institut Nasional Metrologi, Mutu, dan Teknologi) untuk memasuki pasar—sebuah ambang batas penting bagi produsen.